Selasa, 24 Februari 2026

KHUTBAH JUM'AT DI BULAN ROMADHON

Berikut kami sampaikan pesan Rasulullah saat akan memasuki bulan Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam kitab Syu’bul Iman susunan Imam Baihaqi:


عَنْ سَلْمَانْ الْفَارِسِيْ، قَالَ : خَطَبَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ : « 


Hadis riwayat dari Salman Al Farisi. Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada kami saat hari terakhir bulan Sya’ban. 


فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، 


Beliau berkata, wahai para manusia, kalian telah dinaungi bulan agung, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. 

جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْهِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، 


Allah menjadikan puasa di bulan ini sebagai kewajiban, dan malam harinya sebagai ibadah tambahan (qiyamul lail). Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini (dengan melakukan kebaikan), ia seperti melakukan ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan. Dan barangsiapa melakukan ibadah wajib pada bulan ini seperti melaksanakan 70 kali ibadah pada bulan selain Ramadhan.

 وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ 


Ramadhan adalah bulan sabar, dimana sabar pahalanya adalah surga. 
 
 وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ


Bulan Ramadhan adalah bulan peduli. 

 وَشَهْرٌ يُزَادُ فِيْ رِزْقِ الْمُؤْمِنِ 

Bulan dimana rejeki orang mukmin ditambahi oleh Allah Ta’ala.  

 مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتَهِ مِنَ النَّارِ، وكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ 


Barangsiapa di bulan ini memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, akan menjadikan ampunan bagi dosa sang pemberi, pembebas antara ia dan neraka, dan ia mendapat pahala seperti orang puasa yang ia beri buka puasa tanpa mengurangi pahala orang yang diberi makan buka puasa sama sekali. 

 قُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذَقَّةِ لَبَنٍ أَوْ تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةً مِنْ مَاءٍ، 


Kami berkata kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, tak semua dari kita mampu memberi makanan orang yang berbuka puasa. Lalu Rasul SAW menjawab “Allah memberi pahala ini kepada setiap orang yang memberi menu orang yang berbuka meskipun sehisap susu, atau satu buah kurma atau seceguk air minum saja.

 وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلُ الْجَنَّةَ، 

Barangsiapa memberi makan (buka) hingga kenyang kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan ia minuman dari danauku, sebuah minuman yang bagi para peminumnya tak akan kehausan selamanya sampai ia masuk surga kelak.
 

  وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ 
 

Ramadhan bagian awal adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari api neraka.
 

 مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فِيْهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ  


Barangsiapa meringankan budaknya dari pekerjaannya, Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. 
 
 زَادَ هَمَامٌ فِيْ رِوَايَتِهِ : فَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، خَصْلَتَانِ تَرْضَوْنَ بِهَا رَبُّكُمْ، وَخَصْلَتَانِ لاَ غِنًى لَكُمْ عَنْهُمَا، 


Maka, perbanyaklah 4 hal di dalam bulan ini. Dua hal akan menyebabkan kalian mendapat ridla Allah dan dua hal lain kalian pasti akan membutuhkannya.


 فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهَا رَبُّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لاَ غِنًى لَكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ، وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ » 
 

Dua hal yang bisa menjadikan kalian mendapat ridla Allah adalah membaca syahadat dan membaca istighfar. Sedangkan dua perkara yang kalian selau memerlukannya adalah kalian mintalah surga dan mintalah perlindungan Allah dari api neraka. 
 

Empat hal ini sangat perlu dibaca oleh orang yang berpuasa:
 

 اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلَّا اللهُ اَسْتَغْفِرُ اللهَ، نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

KHUTBAH RASULULLAH SAW DI HARI TERAKHIR BULAN SYA'BAN TENTANG BULAN ROMADHON

Berikut kami sampaikan pesan Rasulullah saat akan memasuki bulan Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam kitab Syu’bul Iman susunan Imam Baihaqi:


عَنْ سَلْمَانْ الْفَارِسِيْ، قَالَ : خَطَبَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ : « 


Hadis riwayat dari Salman Al Farisi. Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada kami saat hari terakhir bulan Sya’ban. 


فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، 


Beliau berkata, wahai para manusia, kalian telah dinaungi bulan agung, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. 

جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْهِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، 


Allah menjadikan puasa di bulan ini sebagai kewajiban, dan malam harinya sebagai ibadah tambahan (qiyamul lail). Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini (dengan melakukan kebaikan), ia seperti melakukan ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan. Dan barangsiapa melakukan ibadah wajib pada bulan ini seperti melaksanakan 70 kali ibadah pada bulan selain Ramadhan.

 وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ 


Ramadhan adalah bulan sabar, dimana sabar pahalanya adalah surga. 
 
 وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ


Bulan Ramadhan adalah bulan peduli. 

 وَشَهْرٌ يُزَادُ فِيْ رِزْقِ الْمُؤْمِنِ 

Bulan dimana rejeki orang mukmin ditambahi oleh Allah Ta’ala.  

 مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتَهِ مِنَ النَّارِ، وكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ 


Barangsiapa di bulan ini memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, akan menjadikan ampunan bagi dosa sang pemberi, pembebas antara ia dan neraka, dan ia mendapat pahala seperti orang puasa yang ia beri buka puasa tanpa mengurangi pahala orang yang diberi makan buka puasa sama sekali. 

 قُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذَقَّةِ لَبَنٍ أَوْ تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةً مِنْ مَاءٍ، 


Kami berkata kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, tak semua dari kita mampu memberi makanan orang yang berbuka puasa. Lalu Rasul SAW menjawab “Allah memberi pahala ini kepada setiap orang yang memberi menu orang yang berbuka meskipun sehisap susu, atau satu buah kurma atau seceguk air minum saja.

 وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلُ الْجَنَّةَ، 

Barangsiapa memberi makan (buka) hingga kenyang kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan ia minuman dari danauku, sebuah minuman yang bagi para peminumnya tak akan kehausan selamanya sampai ia masuk surga kelak.
 

  وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ 
 

Ramadhan bagian awal adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari api neraka.
 

 مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فِيْهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ  


Barangsiapa meringankan budaknya dari pekerjaannya, Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. 
 
 زَادَ هَمَامٌ فِيْ رِوَايَتِهِ : فَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، خَصْلَتَانِ تَرْضَوْنَ بِهَا رَبُّكُمْ، وَخَصْلَتَانِ لاَ غِنًى لَكُمْ عَنْهُمَا، 


Maka, perbanyaklah 4 hal di dalam bulan ini. Dua hal akan menyebabkan kalian mendapat ridla Allah dan dua hal lain kalian pasti akan membutuhkannya.


 فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهَا رَبُّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لاَ غِنًى لَكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ، وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ » 
 

Dua hal yang bisa menjadikan kalian mendapat ridla Allah adalah membaca syahadat dan membaca istighfar. Sedangkan dua perkara yang kalian selau memerlukannya adalah kalian mintalah surga dan mintalah perlindungan Allah dari api neraka. 
 

Empat hal ini sangat perlu dibaca oleh orang yang berpuasa:
 

 اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلَّا اللهُ اَسْتَغْفِرُ اللهَ، نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Senin, 23 Februari 2026

Qosidah Allahu Allahu Yallah Lana Bilqibul

Yaa Allah Terimalah Do'a Kami

ياالله لنا بالقبول
يا رب صل على المختار طه الرســول
عَلـَى فِنـَا بَابْ مَـــوْلانـَا طرَحْنـَا الحَـــمُوْل
رَاجـِـيْن مِنـْهُ المَــوَاهِبْ وَالرِّضَى وَ القـَـبُوْل
Di pelataran pintu Tuhan , kami letakkan semua muatan, kami berharap dari-Nya, pemberian - pemberian, ridlo, dan qobul.
يَافـَـرْد يَا خـَـيْر مُعْطِيْ هَبْ لنـَا كـُلَّ سُــــوْل
وَاخْتِمْ لنـَا مِـنكْ بـِالحُــسْنـَى نـَهَارَ القـُفـُوْل
Wahai Dzat yang Maha tunggal, Wahai sebaik-baik pemberi, berikanlah kepada kami semua permintaan, dan akhiri kami dengan kebaikan dari-Mu, pada hari datangnya kematian
وَهَبْ لنـَا ْالقـُرْب مِنـَّــك وَاللقـَا وَالوُصُــوْل
عَسَى نـُشَـاهِــدَكْ فِيْ مِــرْأة طـَهَ الرَّسُــْول
Berikanlah kepada kami, dekat dengan-Mu, berjumpa, bertemu, bersambung, semoga kami bisa menyaksiakan-Mu, dari layar Tooha Ar-rasul.
يـَارَبَّنـَـاانـْظُرْ اِليْنـَــا وَاسْتـَــمِعْ مَا نـَقـُوْل
وَاقـْــبَلْ دُعَانـَا فـَانـَّا تـَحْت بَابـكْ نـُـزُوْل
Yaa Tuhan kami!  pandanglah kami, dengarkan ucapan kami, terimalah do'a kami, karena kami sudah bertempat di bawah pintu-Mu

ضِيْـــفَانْ بَابكْ وَلسْـــنـَا عَــنه يَاالله نـُحُــْول
وَظنـُّنـَا فِيْك وَافِـرْ وَ الامَـــلْ فِيـْــهِ طـُـوْل
Kami adalah tamu di depan pintu, kami tidak akan pindah dari pintu-Mu, Yaa Allah, prasangka baik kami sudah bulat, angan angan kami panjang.

وَفِيْ نـُحُـوْر ْالاعَــادِيْ بكْ اِلـَهـِيْ نصُــوْل
فِيْ شَهْــر رَمْضَان قـُمْـنـَا بـِالحَيَا وَالذ بـُوْل
Karena-Mu Yaa tuhanku. Kami bisa melompat(lolos) dalam menghadapi musuh, sehingga di bulan romadlon ini, kami bisa berdiri ibadah,
 dengan sejuk dan nyaman.

نـَبْغـَى كـَرَامَــة بـِهـَا تـَزْكـُوْ جَمِيـْع ْالعُقـُـــوْل
نـَسْلكْ عَلـَى الصِّدْق فِيْ سُبْل الرِّجَال ْالفـُحُوْل
Kami mengharap kemuliaan, yang bisa menjernihkan semua akal kami, bisa berjalan di jalannya orang - orang besar yang jantan, dengan kesungguhan.

سُــبْل التـُّقـَى وَ الهـِدَايـَــةلاسَبـِــْيل ْالفـُضُوْل
يَاالله طلبْنــَـاكْ يَامَنْ ليْس مُلـْــكـُهْ يَــزُوْل
Jalan taqwa dan hidayah, bukan jalan yang sia - sia, Yaa Allah!!  kami memohon kepada-Mu, Wahai Dzat yang kerajaan-Nya tak pernah sirna.

ثـُمَّ الصَّــلاة ُعَلـَىْ المُخْـتـَـارْ طـَهَ الرَّسُـوْل
وَ الال وَالصَّحْب مَا دَاعِيْ رَجَــعْ بـِالقبـُـوْل
Kemudian Sholawat kami, berikanlah kepada Nabi Al-mukhtar, Thooha, Ar-rasul, para keluarga, sahabat, selama orang – orang yang memohon
pulang dengan membawa kabar di terima.

Minggu, 08 Februari 2026

الترتيب بين الأعضاء في الغسل

   
0 317

السؤال

هل يجب الترتيب في الغسل (الرأس ثم الرقبة ثم باقي الجسم) وإذا لم أعمل حسب هذا الترتيب هل يعتبر هذا الغسل باطلا. وأيضا أنا أسرف في الماء في الغسل وذلك خوفا من عدم إيصال الماء لجميع الأجزاء فما هي الطريقة الأمثل التي بها لا أسرف في الماء؟
وجزاكم الله خيرا.

الإجابــة

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

فليس الترتيب بين الأعضاء من واجبات الغسل، فإن الغسل يتحقق بإيصال الماء إلى جميع البدن مع النية، قال ابن قدامة في المغني"فعلى هذا تكون واجبات الغسل شيئين لا غير: النية، وغسل جميع البدن" اهـ.  ولكن الأولى للمسلم أن يغتسل الغسل المسنون عن النبي صلى الله عليه وسلم فهو أكمل وأفضل وهو مبين في الفتوى رقم: 3791 .

وأما الإسراف في استعمال الماء فهو أمر مذموم بلا شك، فقد: كان النبي صلى الله عليه وسلم يتوضأ بالمد ويغتسل بالصاع. رواه البخاري، فعليك أيتها الأخت الفاضلة أن تجاهدي نفسك في ترك الإسراف وأن تتأسي بالنبي صلى الله عليه وسلم فقد كان أحرص الناس على الطهارة وأرسخهم قدما فيها ومع ذلك كان يغتسل بالصاع، وأغلقي باب الوسوسة ولا تدعي الشيطان يلبس عليك عبادتك، نسأل الله أن يهدينا وإياك سواء السبيل...وبالله التوفيق

 والله أعلم.