Selasa, 24 Februari 2026

KHUTBAH JUM'AT DI BULAN ROMADHON

Berikut kami sampaikan pesan Rasulullah saat akan memasuki bulan Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam kitab Syu’bul Iman susunan Imam Baihaqi:


عَنْ سَلْمَانْ الْفَارِسِيْ، قَالَ : خَطَبَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ : « 


Hadis riwayat dari Salman Al Farisi. Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada kami saat hari terakhir bulan Sya’ban. 


فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، 


Beliau berkata, wahai para manusia, kalian telah dinaungi bulan agung, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. 

جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْهِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، 


Allah menjadikan puasa di bulan ini sebagai kewajiban, dan malam harinya sebagai ibadah tambahan (qiyamul lail). Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini (dengan melakukan kebaikan), ia seperti melakukan ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan. Dan barangsiapa melakukan ibadah wajib pada bulan ini seperti melaksanakan 70 kali ibadah pada bulan selain Ramadhan.

 وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ 


Ramadhan adalah bulan sabar, dimana sabar pahalanya adalah surga. 
 
 وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ


Bulan Ramadhan adalah bulan peduli. 

 وَشَهْرٌ يُزَادُ فِيْ رِزْقِ الْمُؤْمِنِ 

Bulan dimana rejeki orang mukmin ditambahi oleh Allah Ta’ala.  

 مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتَهِ مِنَ النَّارِ، وكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ 


Barangsiapa di bulan ini memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, akan menjadikan ampunan bagi dosa sang pemberi, pembebas antara ia dan neraka, dan ia mendapat pahala seperti orang puasa yang ia beri buka puasa tanpa mengurangi pahala orang yang diberi makan buka puasa sama sekali. 

 قُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذَقَّةِ لَبَنٍ أَوْ تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةً مِنْ مَاءٍ، 


Kami berkata kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, tak semua dari kita mampu memberi makanan orang yang berbuka puasa. Lalu Rasul SAW menjawab “Allah memberi pahala ini kepada setiap orang yang memberi menu orang yang berbuka meskipun sehisap susu, atau satu buah kurma atau seceguk air minum saja.

 وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلُ الْجَنَّةَ، 

Barangsiapa memberi makan (buka) hingga kenyang kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan ia minuman dari danauku, sebuah minuman yang bagi para peminumnya tak akan kehausan selamanya sampai ia masuk surga kelak.
 

  وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ 
 

Ramadhan bagian awal adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari api neraka.
 

 مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فِيْهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ  


Barangsiapa meringankan budaknya dari pekerjaannya, Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. 
 
 زَادَ هَمَامٌ فِيْ رِوَايَتِهِ : فَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، خَصْلَتَانِ تَرْضَوْنَ بِهَا رَبُّكُمْ، وَخَصْلَتَانِ لاَ غِنًى لَكُمْ عَنْهُمَا، 


Maka, perbanyaklah 4 hal di dalam bulan ini. Dua hal akan menyebabkan kalian mendapat ridla Allah dan dua hal lain kalian pasti akan membutuhkannya.


 فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهَا رَبُّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لاَ غِنًى لَكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ، وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ » 
 

Dua hal yang bisa menjadikan kalian mendapat ridla Allah adalah membaca syahadat dan membaca istighfar. Sedangkan dua perkara yang kalian selau memerlukannya adalah kalian mintalah surga dan mintalah perlindungan Allah dari api neraka. 
 

Empat hal ini sangat perlu dibaca oleh orang yang berpuasa:
 

 اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلَّا اللهُ اَسْتَغْفِرُ اللهَ، نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

KHUTBAH RASULULLAH SAW DI HARI TERAKHIR BULAN SYA'BAN TENTANG BULAN ROMADHON

Berikut kami sampaikan pesan Rasulullah saat akan memasuki bulan Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam kitab Syu’bul Iman susunan Imam Baihaqi:


عَنْ سَلْمَانْ الْفَارِسِيْ، قَالَ : خَطَبَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ : « 


Hadis riwayat dari Salman Al Farisi. Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada kami saat hari terakhir bulan Sya’ban. 


فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، 


Beliau berkata, wahai para manusia, kalian telah dinaungi bulan agung, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. 

جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْهِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، 


Allah menjadikan puasa di bulan ini sebagai kewajiban, dan malam harinya sebagai ibadah tambahan (qiyamul lail). Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini (dengan melakukan kebaikan), ia seperti melakukan ibadah wajib pada bulan selain Ramadhan. Dan barangsiapa melakukan ibadah wajib pada bulan ini seperti melaksanakan 70 kali ibadah pada bulan selain Ramadhan.

 وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ 


Ramadhan adalah bulan sabar, dimana sabar pahalanya adalah surga. 
 
 وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ


Bulan Ramadhan adalah bulan peduli. 

 وَشَهْرٌ يُزَادُ فِيْ رِزْقِ الْمُؤْمِنِ 

Bulan dimana rejeki orang mukmin ditambahi oleh Allah Ta’ala.  

 مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتَهِ مِنَ النَّارِ، وكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ 


Barangsiapa di bulan ini memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa, akan menjadikan ampunan bagi dosa sang pemberi, pembebas antara ia dan neraka, dan ia mendapat pahala seperti orang puasa yang ia beri buka puasa tanpa mengurangi pahala orang yang diberi makan buka puasa sama sekali. 

 قُلْنَا : يَا رَسُوْلَ اللهِ، لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى مَذَقَّةِ لَبَنٍ أَوْ تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةً مِنْ مَاءٍ، 


Kami berkata kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, tak semua dari kita mampu memberi makanan orang yang berbuka puasa. Lalu Rasul SAW menjawab “Allah memberi pahala ini kepada setiap orang yang memberi menu orang yang berbuka meskipun sehisap susu, atau satu buah kurma atau seceguk air minum saja.

 وَمَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلُ الْجَنَّةَ، 

Barangsiapa memberi makan (buka) hingga kenyang kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan ia minuman dari danauku, sebuah minuman yang bagi para peminumnya tak akan kehausan selamanya sampai ia masuk surga kelak.
 

  وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ 
 

Ramadhan bagian awal adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari api neraka.
 

 مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ فِيْهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ  


Barangsiapa meringankan budaknya dari pekerjaannya, Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. 
 
 زَادَ هَمَامٌ فِيْ رِوَايَتِهِ : فَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، خَصْلَتَانِ تَرْضَوْنَ بِهَا رَبُّكُمْ، وَخَصْلَتَانِ لاَ غِنًى لَكُمْ عَنْهُمَا، 


Maka, perbanyaklah 4 hal di dalam bulan ini. Dua hal akan menyebabkan kalian mendapat ridla Allah dan dua hal lain kalian pasti akan membutuhkannya.


 فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهَا رَبُّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لاَ غِنًى لَكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ، وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ » 
 

Dua hal yang bisa menjadikan kalian mendapat ridla Allah adalah membaca syahadat dan membaca istighfar. Sedangkan dua perkara yang kalian selau memerlukannya adalah kalian mintalah surga dan mintalah perlindungan Allah dari api neraka. 
 

Empat hal ini sangat perlu dibaca oleh orang yang berpuasa:
 

 اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلَّا اللهُ اَسْتَغْفِرُ اللهَ، نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

Senin, 23 Februari 2026

Qosidah Allahu Allahu Yallah Lana Bilqibul

Yaa Allah Terimalah Do'a Kami

ياالله لنا بالقبول
يا رب صل على المختار طه الرســول
عَلـَى فِنـَا بَابْ مَـــوْلانـَا طرَحْنـَا الحَـــمُوْل
رَاجـِـيْن مِنـْهُ المَــوَاهِبْ وَالرِّضَى وَ القـَـبُوْل
Di pelataran pintu Tuhan , kami letakkan semua muatan, kami berharap dari-Nya, pemberian - pemberian, ridlo, dan qobul.
يَافـَـرْد يَا خـَـيْر مُعْطِيْ هَبْ لنـَا كـُلَّ سُــــوْل
وَاخْتِمْ لنـَا مِـنكْ بـِالحُــسْنـَى نـَهَارَ القـُفـُوْل
Wahai Dzat yang Maha tunggal, Wahai sebaik-baik pemberi, berikanlah kepada kami semua permintaan, dan akhiri kami dengan kebaikan dari-Mu, pada hari datangnya kematian
وَهَبْ لنـَا ْالقـُرْب مِنـَّــك وَاللقـَا وَالوُصُــوْل
عَسَى نـُشَـاهِــدَكْ فِيْ مِــرْأة طـَهَ الرَّسُــْول
Berikanlah kepada kami, dekat dengan-Mu, berjumpa, bertemu, bersambung, semoga kami bisa menyaksiakan-Mu, dari layar Tooha Ar-rasul.
يـَارَبَّنـَـاانـْظُرْ اِليْنـَــا وَاسْتـَــمِعْ مَا نـَقـُوْل
وَاقـْــبَلْ دُعَانـَا فـَانـَّا تـَحْت بَابـكْ نـُـزُوْل
Yaa Tuhan kami!  pandanglah kami, dengarkan ucapan kami, terimalah do'a kami, karena kami sudah bertempat di bawah pintu-Mu

ضِيْـــفَانْ بَابكْ وَلسْـــنـَا عَــنه يَاالله نـُحُــْول
وَظنـُّنـَا فِيْك وَافِـرْ وَ الامَـــلْ فِيـْــهِ طـُـوْل
Kami adalah tamu di depan pintu, kami tidak akan pindah dari pintu-Mu, Yaa Allah, prasangka baik kami sudah bulat, angan angan kami panjang.

وَفِيْ نـُحُـوْر ْالاعَــادِيْ بكْ اِلـَهـِيْ نصُــوْل
فِيْ شَهْــر رَمْضَان قـُمْـنـَا بـِالحَيَا وَالذ بـُوْل
Karena-Mu Yaa tuhanku. Kami bisa melompat(lolos) dalam menghadapi musuh, sehingga di bulan romadlon ini, kami bisa berdiri ibadah,
 dengan sejuk dan nyaman.

نـَبْغـَى كـَرَامَــة بـِهـَا تـَزْكـُوْ جَمِيـْع ْالعُقـُـــوْل
نـَسْلكْ عَلـَى الصِّدْق فِيْ سُبْل الرِّجَال ْالفـُحُوْل
Kami mengharap kemuliaan, yang bisa menjernihkan semua akal kami, bisa berjalan di jalannya orang - orang besar yang jantan, dengan kesungguhan.

سُــبْل التـُّقـَى وَ الهـِدَايـَــةلاسَبـِــْيل ْالفـُضُوْل
يَاالله طلبْنــَـاكْ يَامَنْ ليْس مُلـْــكـُهْ يَــزُوْل
Jalan taqwa dan hidayah, bukan jalan yang sia - sia, Yaa Allah!!  kami memohon kepada-Mu, Wahai Dzat yang kerajaan-Nya tak pernah sirna.

ثـُمَّ الصَّــلاة ُعَلـَىْ المُخْـتـَـارْ طـَهَ الرَّسُـوْل
وَ الال وَالصَّحْب مَا دَاعِيْ رَجَــعْ بـِالقبـُـوْل
Kemudian Sholawat kami, berikanlah kepada Nabi Al-mukhtar, Thooha, Ar-rasul, para keluarga, sahabat, selama orang – orang yang memohon
pulang dengan membawa kabar di terima.

Minggu, 08 Februari 2026

الترتيب بين الأعضاء في الغسل

   
0 317

السؤال

هل يجب الترتيب في الغسل (الرأس ثم الرقبة ثم باقي الجسم) وإذا لم أعمل حسب هذا الترتيب هل يعتبر هذا الغسل باطلا. وأيضا أنا أسرف في الماء في الغسل وذلك خوفا من عدم إيصال الماء لجميع الأجزاء فما هي الطريقة الأمثل التي بها لا أسرف في الماء؟
وجزاكم الله خيرا.

الإجابــة

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

فليس الترتيب بين الأعضاء من واجبات الغسل، فإن الغسل يتحقق بإيصال الماء إلى جميع البدن مع النية، قال ابن قدامة في المغني"فعلى هذا تكون واجبات الغسل شيئين لا غير: النية، وغسل جميع البدن" اهـ.  ولكن الأولى للمسلم أن يغتسل الغسل المسنون عن النبي صلى الله عليه وسلم فهو أكمل وأفضل وهو مبين في الفتوى رقم: 3791 .

وأما الإسراف في استعمال الماء فهو أمر مذموم بلا شك، فقد: كان النبي صلى الله عليه وسلم يتوضأ بالمد ويغتسل بالصاع. رواه البخاري، فعليك أيتها الأخت الفاضلة أن تجاهدي نفسك في ترك الإسراف وأن تتأسي بالنبي صلى الله عليه وسلم فقد كان أحرص الناس على الطهارة وأرسخهم قدما فيها ومع ذلك كان يغتسل بالصاع، وأغلقي باب الوسوسة ولا تدعي الشيطان يلبس عليك عبادتك، نسأل الله أن يهدينا وإياك سواء السبيل...وبالله التوفيق

 والله أعلم.

Senin, 06 Oktober 2025

MEWAKILKAN AKAD IJAB QABUL NIKAH DAN SHIGHATNYA


PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Bagaimana hukum mewakilkan akad nikah? Dan bagaimana lafadz aqdunnikah kalo calon suaminya di wakilkan pada orang lain dan bagaimana jawabannya (dgn bahasa arab)?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

يازيد أنكحت وزوجت بنتي فاطمة عليا موكلك بمهر أدوات الصلاة حالا…
قبلت نكاحها وتزويجها لعليّ موكلي بمهر المذكور.

Hukumnya calon mempelai laki-laki (yaitu Ali) itu boleh mewakilkan qobul/penerimaan akad nikah (mewakilkan) kepada wakilnya (yang bernama Zaid)

(الفقه علی المذاهب الاءربعۃ,جز ٣,صحيفۃ ١٢٦)
ومنها: النكلح فاءن الوكيل لا بد ان يقول:قبلت الزواج موكلي,او زوجت فلانۃ موكلتي,فاءذا قال:قبلت الزواج ولم يصفه,او قال:قبلت الزواج لنفسي فاءنه ينعقد له لا لموكله.

Hukumnya mewakilkan akad nikah ( qobul) adalah berhukum boleh dan sah jika memenuhi persyaratan, sebgaimana syarat wakalah harus terpenuhi, jika tidak terpenuhi maka akad ini tidak sah, meskipun syarat dan rukun nikah telah terpenuhi, adapun syarat dan rukun wakalah adalah sebagai berikut :

1. Syarat-syarat muwakkil (yang mewakilkan)

a. Pemilik sah yang dapat bertindak terhadap sesuatu yang diwakilkan.

b. Orang mukallaf atau anak mumayyiz dalam batas-batas tertentu, yakni

dalam hal-hal yang bermanfaat baginya seperti mewakilkan untuk menerima hibah, menerima sedekah dan sebagainya.

2. Syarat-syarat wakil (yang mewakili)

a. Cakap hukum,

b. Dapat mengerjakan tugas yang diwakilkan kepadanya,

c. Wakil adalah orang yang diberi amanat.

3. Hal-hal yang diwakilkan

a. Diketahui dengan jelas oleh orang yang mewakili,

b. Tidak bertentangan dengan syari’ah Islam,

c. Dapat diwakilkan menurut syari’ah Islam.Manfaat barang atau jasa harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak.

akad nikah ini sepertihalnya akad jual beli, akad sewa menyewa,akad perceraian ataupun yang lainnya, setiap akad yang boleh dilakukan oleh orangnya sendiri, berarti boleh pula mewakilkan akad ini, sebagaimana diperbolehkannya wali nikah mewakilkan ijab kepada wakilnya, sebagaimana hadits yang di riwayatkan oleh imam bukhori dan muslim:”

Adapun proses penerimaan qobul adalah tidak sama dengan cara penerimaan qobul seperti ketika seorang mempelai pria hadir dalam majilis tersebut, seperti contoh: habib adalah seorang mempelai pria yang tidak bisa hadir dalam majlis untuk mengucapakan qobul nikah, kemudian habib mewakilkan qobul nikah kepada temannya bernama afif, shighot yang diucapakan habib kepada wakilnya ( afif) adalah “ ” ( aku mewakilkan ini kepadamu), kemudian ketika wali mengucapakan ijab nikah kepada wakil ( afif ) wali mengucapakn “ ” ( aku menikahkan anakku untuk fulan bin fulan) kemudian wakil ( afif ) tersebut menjawab ( qobul nikah) dengan mengatkan “ ……………………………………………………… …… ” ( aku menerima nikahnya untuk si fulan), jika wakil ( afif) qobul dengan hanya mengucapkan aku menerima nikanhya saja atau tanpa mengucapakan lafadz “ ” maka nikah tersebut bukan untuk si muwakkal ( habib) akan tetapi untuk dirinya sendiri ( afif).

Iklan

SIGHAT TAUKIL :

Apabila ‘akad nikah itu dilaksanakan oleh wali (tidak diwakilkan), maka shigotnya sebagai berikut:

ولي : أنكحتك وزوجتك (ليلى) موليتي بمهر ألف روبيه حالا

الزوج : قبلت نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور حالا

Terjemahnya:
Wali :
“Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan (Laila), perempuan yang menjadi kuasaku, dengan mahar seribu rupiah dibayar kontan.

Suami :
“Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk saya, dengan mahar yang telah disebutkan secara kontan.

Apabila ‘akad nikah itu diwakilkan atau diserahkan pada orang lain, maka harus ada shighot taukil (ungkapan pasrah wakil) dari sang wali seperti dibawah ini :

Iklan

وكلتك في تزويج (ليلى) بنتي عن (زيد) بمهر ألف روبية حالا

Terjemahnya:
“Aku wakilkan kepadamu untuk menikahkan (Laila), anak perempuanku dengan Zaid sebagai calon suami, dengan mahar seribu rupiah kontan.”

Kemudian wakil wali menerimanya dg mengucapkan:

قبلت توكيلك في تزويجها عن (زيد) بالمهر المذكور حالا

Terjemahnya :
“Saya terima perwakilanmu untuk menikahkan anak perempuanmu dengan (Zaid)sebagai calon suami, dengan mahar yang telah disebutkan.”
Setelah itu sang wakil dapat menikahkan calon pengantin seperti dalam dialog berikut ini:

وكيل ولي : أنكحتك وزوجتك (ليلى) بنت أحمد موكلي بمهر ألف روبية حالا.الزوج : قبلت نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور حالا.

Terjemahnya :
Wakil wali :
“Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan (Laila), anak perempuan Ahmad sebagai orang yang mewakilkan kepadaku, dengan mahar seribu rupiah kontan.”

Suami :
“Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk saya, dengan mahar yang telah disebutkan.”

Apabila mempelai pria ( Zaid ) mewakilkan dalam qobulnya, maka bentuk ijabnya seperti berikut :

أنكحتك وزوجتك عن(زيد) ليلى بنت أحمد بمهر ألف روبية حالا.

Terjemahnya :
“Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu sebagai orang yang mewakili (Zaid) dengan (Laila) anak perempuan (Ahmad), dengan mahar seribu rupiah kontan.”

Sedangkan untuk ijab yang tidak diwakilkan adalah :

أنكحتك وزوجتك عن زيد ليلى موليتي بمهر ألف روبية حالا

Terjemahnya :
“Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu sebagai orang yang mewakili Zaid dengan Laila anak perempuan yang menjadi kuasaku, dengan mahar seribu rupiah kontan.”

Kemudian qobulnya :

قبلت نكاحها وتزويجها له / لزيد بالمهر المذكور حالا

Terjemahnya:
“Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk (Zaid), dengan mahar yang telah disebutkan.”

SHIGHAT TAUKIL FERSI LAIN :

:صيغة نكاح اونتؤ ولي
انكحتُك وزوّجتُك بنتي ليلى بمهر مائة الف روبية

:صيغة توكيل ولي
يا…. وكّلتك فى تزويج/إنكاح بنتي ليلى خاطِبَها زيدا بمهر……

:صيغة نكاح اونتؤ وكيل الولي

انكحتُك وزوّجتُك مخطوبتَك ليلى بنت…. موكِّلي بمهر…

:صيغة قبول اونتؤ زوج
قبلتُ نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور ورضِيْتُ به

:صيغة توكيل قبول نكاح
يا…. وكّلتُك فى قبول نكاحي لمخطوبتي ليلي بنت….

:صيغة مانكاح وكيل القبول
انكحتُ وزوّجت زيدا موكِّلَك ليلى بنت….. بمهر….

 :صيغة قبول وكيل نكاح

قبلت نكاحها وتزويجها لزيد بمهر….

Bisa juga seperti contoh dibawah ini :

(زيد) انكحتك وزوّجتك ليلى بنت…. ١موكِّلي/ ٢بتوكيل وليِّها عليّ/إيّاي،
/٣الذي وكَّلَني ابوها/وليُّها،
/٤وكالةً علَيّ ،

١بمهر مائةِ الف/ ٢على أن تعطِيَها مائةَ الف روبية /٣ على ماتراضَيْتُما من المهر/

Setelah ijab qobul selesai dilakukan, dua orang saksi dapat menanyakan sah atau tidak pada ‘akad tersebut.

Wallahu a’lamu bisshowab..

Jumat, 26 September 2025

الماءُ المستعمَل في رَفعِ الحدَث

الماءُ المُستعمَل  في رَفعِ الحدَثِ مِن الوضوءِ والغُسلِ؛ طاهرٌ في نفسِه، مُطهِّرٌ لغَيرِه ، وهذا مَذهَبُ المالكيَّة ، والظَّاهريَّة ، وقولٌ عند الحنفيَّة ، وقولٌ عند الشافعيَّة ، وروايةٌ عن أحمد ، وهو قَولُ طائفةٍ مِنَ السَّلَفِ ، واختيارُ ابن المُنذِر ، وابنِ تيميَّة ، وابنِ باز ، والألبانيِّ ، وابنِ عثيمين 

الأدلَّة:
أوَّلًا: من الكتاب
1- قولُ الله تعالى: وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّماءِ مَاءً طَهُورًا [الفرقان: 48] 
2- وقوله سبحانه: وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّماءِ ماءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ [الأنفال: 11] 
وجه الدَّلالة:
أنَّ قَولَه: طَهُورًا يقتضي جوازَ التطهُّرِ به مرةً بعدَ أخرى، فهو على وزن (فَعولٍ) لِمَا يتكرَّر منه الفِعلُ، مثل: شكورٍ، وصبورٍ 
ثانيًا: مِن السُّنَّةِ
1- عن أبي سعيدٍ الخُدريِّ رَضِيَ اللهُ عنه، قال: قال النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: ((إنَّ الماءَ طَهورٌ لا يُنجِّسُه شيءٌ )) 
وجه الدَّلالة:
عمومُ الحديثِ، فالماء طهورٌ لا ينجِّسُه شيء، ولا يُستثنى من ذلك إلَّا ما تغيَّر لونُه، أو طَعمُه، أو ريحُه 
2- عَنِ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عنهما، قال: قال رسولُ الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: ((إنَّ الماءَ لا يَجنُبُ )) 
وجه الدلالة:
أنَّ الماءَ لا يتعدَّى إليه حُكمُ الحدَثِ 
 ثالثًا: أنَّه ماءٌ طاهرٌ لاقى بدنًا طاهرًا، فلم يسلُبْه الطُّهوريَّة 
رابعًا: أنَّه ماءٌ مستعمَلٌ فجازت الطهارة به، كالمُستعمَل في تجديدِ الوُضوءِ، ولا فَرقَ 

Senin, 22 September 2025

قراءة أو سماع عبارات الكفر

   

السؤال

شاهدت فيلمًا أجنبيًّا، وقال أحد الأشخاص في الفيلم الذي يمثّل دور الأخ: "رجلان وأخ واحد"، فردّ أخوه في الفيلم قائلًا: "ذلك كثير عليّ"، ومن خلال فهمي أنه يقصد أن يكون له أخ، فهذا كثير عليه، فهل هذا اعتراض على قدر الله؟ وإذا كان كذلك، فما حكم من يقرأ كلام الكفر دون أن يلفظه؟ وهل هناك خلاف في أن من قرأ -ولم ينطق- كلام الكفر، يعدّ كافرًا؟

الإجابــة

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

فبغض النظر عن حكم مشاهدة الفيلم، فليس في العبارة المذكورة اعتراض على قدر الله تعالى!

وأما الشق الآخر من السؤال، فجوابه أن: قراءة، أو سماع عبارات الكفر، ليس كفرًا يخرج صاحبه من الملة، إلا إن كان القارئ أو المستمع راضيًا، ومقرًّا به، أو معتقدًا إياه.

وراجعي في ذلك الفتاوى: 125259، 131228، 135734.

والله أعلم.

Minggu, 31 Agustus 2025

حكم من تكلم في الصلاة ناسيًا


س: إذا تكلم الإنسان في الصلاة ناسيًا فهل تبطل صلاته؟

ج: إذا تكلم المسلم في الصلاة ناسيًا أو جاهلًا لم تبطل صلاته بذلك فرضًا كانت أم نفلًا لقول الله سبحانه: رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا [البقرة: 286] وثبت في الصحيح عن النبي ﷺ أن الله سبحانه قال: قد فعلت[1].
وفي صحيح مسلم عن معاوية بن الحكم السلمي  أنه شمت عاطسًا في الصلاة جهلًا بالحكم الشرعي فأنكر عليه من حوله ذلك بالإشارة، فسأل النبي ﷺ عن ذلك فلم يأمره بالإعادة، والناسي مثل الجاهل وأولى؛ ولأن النبي ﷺ تكلم في الصلاة ناسيًا فلم يعدها عليه الصلاة والسلام، بل كملها كما في الأحاديث الصحيحة من حديث ابن مسعود وعمران بن حصين وأبي هريرة ، أما الإشارة في الصلاة فلا حرج فيها إذا دعت الحاجة إليها[2].